Home » » AKTUALISASI DALAM DIKLAT KEPEMIMPINAN

AKTUALISASI DALAM DIKLAT KEPEMIMPINAN

Written By nanang nugraha on Minggu, 10 Maret 2013 | 06.58

AKTUALISASI DALAM DIKLAT KEPEMIMPINAN
Oleh: Brisma Renaldi
Widyaiswara Madya LAN RI
Umum

Seiring dengan cepatnya perubahan dibidang administrasi baik secara umum maupun dalam pemerintahan maka tuntutan terhadap kualitas pola pikir para manajerial yang berkecimpung di dunia aparatur juga semakin dituntut untuk lebih dapat beradaptasi dengan segala perubahan tersebut.
Salah satu trend dan menjadi dasar agar tiang-tiang penyangga kompetensi aparatur adalah dengan keberadaan rumpun aktualisasi dalam kurikulum mata diklat kepemimpinan yang secara khusus diberikan pada pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat dasar dan menengah (diklatpim tingkat IV dan diklatpim tingkat III).
Dalam era reformasi ini, agar kepemerintahan yang baik dapat terwujud, maka setiap pimpinan aparatur harus memiliki kompetensi kepemimpinan sesuai dengan jenjang jabatannya.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita lihat terlebih dahulu alur pikir program penyelenggaraan diklat kepemimpinan baik tingkat IV maupun tingkat III berikut :










Seperti apa yang terlihat diatas, system pembelajaran yang terdiri dari 3 (tiga) elemen utama yakni :
  • Masukan (input) yaitu semua mata-mata diklat yang telah disiapkan modulnya dan dikemas dalam 3 rumpun kajian plus aktualisasi, hal ini untuk mempertajam daya analisis bagi peserta sehingga tidak monoton dan membosankan dalam menerima pembelajaran yang diberikan oleh fasilitator/narasumber.
  • Proses, yaitu semua aktifitas peserta dalam pembelajaran mulai dari tanya jawab, diskusi, sharing idea, simulasi, dan lain-lain sampai pada membuat karya ilmiah berupa penyusunan kertas-kertas kerja.
  • Keluaran (output) yakni hasil yang diharapkan dari sosok pemimpin aparatur yang memiliki 12 (duabelas) kompetensi [untuk diklatpim tingkat IV mulai dari menjelaskan kedudukan, tugas dan uraian tugas dalam hubungannya dengan system administrasi Negara Republik Indonesia sampai dengan memberikan masukan bagi perbaikan kegiatan kepada atasannya; dan menjabarkan visi misi sampai dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris untuk diklatpim tingkat III]
Peran Aktualisasi dalam Diklat Kepemimpinan

Seperti yang telah diuraikan pada bagian umum tulisan ini, maka sekarang mari kita lihat dimana letaknya peran penting aktualisasi itu dalam diklat kepemimpinan.
Sesungguhnya aktualisasi itu sendiri terdiri dari 4 (empat) mata diklat yaitu Isu Aktual Sesuai Tema, Kertas Kerja Perseorangan, Kertas Kerja Kelompok/Angkatan dan Laporan Observasi Lapangan. Namun ia tidak bisa berdiri sendiri tanpa di dukung oleh mata-mata diklat yang lain seperti muatan subtansi lembaga, teknis analisis manajemen dan sebagainya; oleh sebab itu maka pantaslah kita katakan bahwa struktur kurikulum diklat itu merupakan sebuah system.
Isu Aktual Sesuai Tema (IAST)
Sebelum mata diklat ini diberikan, terlebih dahulu tema diklat telah diciptakan sehingga isu actual sesuai tema diarahkan pada kondisi nyata yang ada dalam penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan.
Dalam penggaliannya peserta harus mencermati empat kriteria yang di kenal dengan APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan Layak).
Dari sinilah nanti isu itu dibahas, dianalisis dan dicari solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dan akan dihadapi oleh tuntutan tema. Oleh karena itu dapatlah dikatakan bahwa isu actual sesuai tema merupakan roh dalam pembelajaran diklatpim.
Kertas Kerja Perseorangan (KKP)
Pembelajaran yang diarahkan untuk menyusun sebuah kertas kerja secara individu dimana output dari kertas kerja tersebut merupakan Rencana Kerja Peningkatan Kinerja atau disingkat dengan RKPK.
Oleh karena itu, isu actual yang diangkat harus berkaitan dengan tugas, uraian tugas atau kewenangan dimana peserta ditugaskan (bukan mengambil tugas atau fungsi atasannya).
Karena merupakan rencana kerja, maka disusun untuk 1 sampai 12 bulan kedepan setelah diklat (jangka pendek).
Yang terpenting dalam prosesnya adalah bahwa peserta terlebih dahulu menentukan judul yang dikonsultasikan secara cermat oleh pembimbing dan setelah disetujui peserta dapat melanjutkan dengan membuat outline/sistematika, analisis sampai dengan menyelesaikan penyusunan narasi secara sempurna. Oleh karena itu maka judul kertas kerja perseorangan bukanlah merupakan penyempurnaan atau perbaikan walaupun ia telah diseminarkan.
Kertas Kerja Kelompok/Angkatan (KKK/A)
Diarahkan pada penyusunan kertas kerja secara berkelompok dengan pembahasan isu actual sesuai tema dan memanfaatkan teori/konsep/prinsip, sehingga peserta mampu menuangkan ide/gagasan/pemikiran sebagai bahan telaahan.
Akan lebih baik dalam pembahasan isu, fasilitator menggunakan Teknik Moderasi agar topic yang di dapat bisa ideal.
Dalam pengelompokanpun harus diperhatikan penyebarannya mulai dari gender, unit kerja, latar belakang pendidikan dan kemampuan penggunaan IT agar lebih heterogen dan dinamis dalam mengkaji persoalan.
Secara bersamaan kertas kerja angkatan dapat disusun oleh tim perumus. Yang perlu diperhatikan dalam substansi penyusunannya bahwa ia bukan merupakan integrasi melainkan berupa ringkasan bagi pimpinan (executive summary) dalam bentuk narasi tanpa ada lagi alat-alat analisis didalamnya.
Observasi Lapangan (OL)
Merupakan kegiatan untuk mencermati apa yang diperoleh dikelas dengan melihat pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pemerintahan serta pelayanan publik.
Agar pelaksanaan OL berjalan seperti yang diharapkan maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Tim advance/penjajakan menawarkan isu atau topic sesuai dengan yang telah dibahas di KKK sambil membawa kuisioner
  • Secara prinsip peserta akan menggali pengalaman pada objek OL, oleh karena itu tugasnya bukan untuk mencari-cari kesalahan dan memberikan advice kepada lokus.
  • Yang dilakukan pada saat OL adalah OLAF (Observe/amati, Listen/dengar, Act/menyusun dan Feel/rasakan)
  • Pada saat seminar (menyebutnya dengan nama seminar klarifikasi), peserta meminta pejabat dari lokus terkait sebagai nara sumber untuk memberikan masukan jika ada hal-hal yang belum sesuai dengan data yang didapat sebelumnya
Dengan melihat skenario aktualisasi tersebut diatas maka dapat kita simpulkan sesungguhnya pondasi kegiatan penyelenggaraan diklat akan kokoh jika aktualisasi benar-benar kuat, sehingga dapat menyangga semua mata-mata diklat yang tersedia dalam kurikulum diklat kepemimpinan.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi bagi pembaca.
Reff :
  1. Panduan Aktualisasi Diklatpim IV
  2. Panduan Aktualisasi Diklatpim III
  3. Modul IAST Diklatpim IV
  4. Modul IAST Diklatpim III
  5. Modul KKP Diklatpim IV
  6. Modul KKP Diklatpim III
  7. Modul KKK/A Diklatpim IV
  8. Modul KKK/A Diklatpim III
  9. Modul OL Diklatpim IV
  10. Modul OL Diklatpim IV

Ditulis Oleh : nanang nugraha ~ Berbagi Design Blogger

Sobat sedang membaca artikel tentang AKTUALISASI DALAM DIKLAT KEPEMIMPINAN. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebarluaskan artikel ini, tapi jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya.

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar bijak Anda sangat di nantikan ..Terimakasih.Salam Sukses...

get this widget
Memuat...




 
Support : Fahrezanugraha | Alifa Firmansyah | Team Creatif
Copyright © 2013. Skripsi, Karya Tulis Ilmiah dan bahan Tayang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger